Pertanyaan yang Wajib Kamu Tanyakan ke HR Sebelum Terima Job Offer


Momen saat kamu menerima informasi hasil seleksi bahwa "Selamat, kamu lolos dan ini offering letter-nya!" pasti rasanya senang bukan main. Pasti rasanya kamu ingin segera tanda tangan supaya cepat sah jadi karyawan.

Tapi, tunggu dulu! Jangan sampai euforia sesaat membuat kamu menyesal di kemudian hari.

Banyak teman karir yang lupa kalau pada proses sebelumnya saat interview itu ibarat lagi masa  pendekatan PDKT. Sebanarnya bukan hanya perusahaan saja yang "menilai" kamu, tapi sebenarnya  kamu juga sedang menilai mereka. Biasanya setelah sesi interview HRD bertanya, "Ada yang ingin ditanyakan?" dan kita cuma tersenyum sambil menjawab, "Nggak ada, Kak. Sudah jelas semua."

Padahal, kalau kamu tidak bertanya, kamu bisa terlihat kurang antusias. Lebih parahnya lagi, kamu tidak punya gambaran asli soal situasi di dalam kantor tersebut. Biar nanti kamu tidak merasa menyesal setelah bergabung, ini daftar pertanyaan untuk HRD saat interview yang wajib banget kamu tanyakan sebelum nge-ACC job offer!

Kenapa Harus Nanya Balik ke HRD?

Bertanya kepada HR saat sesi akhir interview bukan berarti kamu adalah kandidat yang banyak menuntut. Justru, bertanya saat intervie kerja dengan cara yang elegan menunjukkan bahwa kamu adalah kandidat yang kritis, profesional, dan peduli dengan masa depan karirmu.

Semakin banyak informasi yang kamu dapatkan, semakin matang keputusan yang bisa kamu ambil. Kamu pasti tidak mau kan, baru kerja sebulan tapi sudah ingin resign gara-gara beban kerjanya tidak sesuai kesepakatan?

Pertanyaan yang Wajib Kamu Tanyakan ke HR Sebelum Terima Job Offer

Coba pilih beberapa dari pertanyaan sebelum menerima job offer ini saat ngobrol dengan HRD atau calon user (atasan) kamu:

1. Budaya kerjanya di sini seperti apa, ya?

Pertanyaan ini sangat penting buat nge cek apakah kamu sebenarnya akan culture fit atau malah culture shock. Apakah mereka tipe yang santai tapi ritmenya cepat, atau kaku dan sangat birokratis? Jangan sampai kamu terjebak di lingkungan toxic yang bikin burnout setiap hari.

2. Bisa ceritakan gambaran keseharian untuk posisi ini?

Pertanyaan ini bisa kamu ajukan agar kamu tidak kaget saat hari pertama kerja. Misalnya, kamu apply sebagai UI/UX Designer. Dengan bertanya hal ini, kamu jadi tahu apakah keseharianmu bakal murni fokus merancang antarmuka yang ramah pengguna, atau ternyata kamu juga dituntut untuk mengurus sistem backend dari fitur asesmen online. Job description harus clear di awal!

3. Dalam 5 tahun ke depan, visi perusahaan ini mau ke arah mana?

Pertanyaan ini bikin kamu kelihatan cerdas dan berpikir jangka panjang. Kamu juga jadi tahu apakah perusahaan ini punya pondasi bisnis yang stabil atau sedang goyah. Pastinya kamu mau berkarir di tempat yang terus bertumbuh, kan?

4. Saat ini, tantangan terbesar yang sedang dihadapi tim apa sih?

Ini ibaratnya dalam pertempuran, kamu sangat wajib tahu seperti apa medan perangnya. Lewat pertanyaan ini, kamu bisa tahu "PR" apa yang sedang bikin calon tim kamu pusing. Jadi, saat masuk nanti, kamu sudah siap dengan solusi dan mental yang kuat.

5. Apa ekspektasi untuk posisi ini di 3 bulan pertama?

Tiga bulan pertama itu biasanya masa probation alias percobaan yang sangat krusial. Dengan tahu apa yang jadi fokus atau target kamu dalam 3 bulan awal kamu bisa menyusun strategi agar performamu langsung terlihat stand out dan otomatis lulus probation.

6. Karakter seperti apa yang membuat seseorang sukses di posisi ini?

Anggap saja ini mencari bocoran dari orang dalam. Kamu bakal paham mindset, kebiasaan, atau soft skill apa yang paling dihargai oleh calon manajermu nanti.

7. Boleh cerita sedikit tentang tim yang akan bekerja bareng saya nanti?

Bekerja itu bukan cuma soal menyelesaikan task, tapi juga soal berkolaborasi dengan banyak orang. Punya gambaran tentang dinamika tim—berapa orangnya, dan apakah kamu akan sering berkoordinasi lintas divisi seperti dengan tim Human Capital Business Partner (HCBP) atau tim IT—akan sangat membantu proses adaptasi kamu.

8. Bagaimana cara perusahaan mengukur kesuksesan di posisi ini?

Tentunya Setiap posisi wajib punya indikator kinerja (Key Performance Indicator/KPI) yang jelas. Kamu berhak tahu parameter sukses kerjamu itu dinilai dari mana. Pastikan targetnya logis, terukur, dan tidak mengada-ada.dengan ini kamu jadi punya gambaran jelas tentang apa yang bakal menjadi terget kamu

Kesimpulan

Mengetahui apa yang harus ditanyakan saat interview adalah modal besar agar kamu tidak salah melangkah. Mulai sekarang, ubah kebiasaan diam di akhir sesi wawancara.

Jadi, saat nanti kamu mendapat offering letter, tarik napas dulu, pikirkan matang-matang, dan gunakan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan di atas sebagai bahan pertimbanganmu. Karirmu sangat berharga, pastikan kamu memberikannya untuk perusahaan yang tepat!

Semoga Bermanfaat..
Jangan lupa meninggalkan komentar ya.

Lebih baru Lebih lama