Teori Dualisme René Descartes: Pemisahan Jiwa dan Tubuh


Pernah ndak kamu bertanya kalau sebenarnya tubuh dan pikiran itu apakah satu kesatuan atau dua hal yang sepenuhnya berbeda?

Pertanyaan filosofis ini tuh sebenarnya sudah ditanyakan sudah sejak zaman yunani kuno oleh Plato Aristoteles. Tapi ada satu nama yang akhirnya berhasil merumuskan apa sebenarnya hubungan antara pikiran dan tubuh secara mendetail yang akhirnya itu berhasil mengubah cara pandang dunia selamanya. Ia adalah filsuf abad ke-17 bernama René Descartes.

Dengan pernyataannya yang terkenal,

"Ada jiwa yang bernalar di dalam mesin ini," 

Descartes mencetuskan ide brilian yang kini kita kenal sebagai pendekatan  Dualisme Pikiran dan Tubuh (Mind/Body Dualism).

Kali ini mari kita bedah siapa sih sebenarnya René Descartes dan seperti apa teori fenomenalnya dalam bahasa yang mudah dipahami!

Siapa Itu René Descartes? (Profil Singkat)

Lahir di La Haye en Touraine (sebuah wilayah di Prancis yang kini dinamakan Descartes untuk menghormatinya), Descartes punya kisah hidup uni yanf penuh perjuangan.

  • Kondisi Kesehatan yang Lemah: Sejak lahir, Descartes sudah harus berjuang melawan penyakit. Ia memiliki kondisi fisik yang lemah sepanjang hidupnya karena tertular tuberkulosis dari ibunya yang meninggal  beberapa hari setelah melahirkannya. 

  • Kebiasaan "Meditasi Pagi": Sejak berusia delapan tahun, menempuh pendidikan di perguruan tinggi Yesuit La Flèche. Karena kesehatannya yang buruk, ia diberi kelonggaran untuk menghabiskan waktu paginya di tempat tidur. Alih-alih bermalas-malasan, waktu ini ia gunakan untuk melakukan "meditasi sistematis" tentang filsafat, sains, dan matematika.

  • Akhir Hayat yang Tragis dan Penuh Misteri: Pada tahun 1649, ia diundang untuk mengajar Ratu Christina dari Swedia. Sayangnya, jadwal mengajar di pagi buta dipadukan dengan iklim Swedia yang sangat ekstrem saat itu membuat kesehatannya memburuk. Ia meninggal pada 11 Februari 1650 secara resmi karena pneumonia, meski beberapa sejarawan curiga ia diracun untuk mencegah Ratu Christina berpindah ke agama Katolik.

Beberapa karya kuncinya yang mengubah dunia antara lain Discourse on the Method (1637), De Homine (ditulis 1633, terbit 1662), dan The Passions of the Soul (1649).

Memahami Teori Dualisme Descartes 

Ilustrasi Teori Dualisme René Descartes: Pemisahan Jiwa dan Tubuh

Dalam buku pertamanya, De Homine ("Manusia"), Descartes merinci pandangannya tentang pikiran dan tubuh. Inti dari Teori Dualisme Descartes bisa dirangkum dalam tiga poin utama:

1. Pikiran dan Tubuh Adalah Dua Hal yang Terpisah

Menurut Descartes, pikiran (atau jiwa) dan tubuh beroperasi di alam yang berbeda:

  • Tubuh (Raga): Bersifat material (memiliki wujud) dan bekerja layaknya sebuah mesin mekanik.
  • Pikiran (Jiwa): Bersifat immaterial (tidak berwujud) yang menjadi tempat terjadinya proses berpikir.

2. Kelenjar Pineal: Jembatan Antara Jiwa dan Mesin

Jika tubuh dan jiwa terpisah, bagaimana keduanya bisa berinteraksi? Descartes meyakini bahwa pusat kendali jiwa terletak jauh di dalam otak, tepatnya di sebuah organ tunggal bernama kelenjar pineal.

Di sinilah jiwa berada. Jiwa mengontrol tubuh fisik dengan mengirimkan semacam cairan yang ia sebut sebagai "animal spirits" (roh hewan) yang mengalir melalui sistem saraf kita. Sebaliknya, tubuh juga bisa memengaruhi jiwa (menciptakan sensasi atau kesadaran) melalui aliran cairan tersebut.

3. Analogi Tukang Air Mancur (Fountaineer)

Agar teorinya ini mudah untuk dimengerti, Descartes mengambil inspirasi dari sistem hidrolik di taman-taman istana Versailles, Prancis.

Bayangkan sebuah sistem air mancur yang rumit. Cairan "animal spirits" di dalam saraf kita bekerja layaknya tekanan air di dalam pipa. Otak adalah pusat penampungan airnya, sedangkan jiwa adalah sang tukang air mancur (./). Sang tukang air ini bertugas mengatur katup—memutuskan kapan pipa harus dibuka atau ditutup untuk membuat air mancur (tubuh kita) bergerak, berhenti, atau melakukan tindakan tertentu.

Mengapa Pemikiran Descartes Masih Relevan Hingga Kini?

Meskipun saat ini para filsuf dan ilmuwan masih terus berdebat soal apakah pikiran dan otak adalah entitas yang berbeda, sebagian besar psikolog modern menyamakan "pikiran" dengan cara kerja otak.

Namun, pengkotak-kotakan antara kesehatan mental dan fisik yang digagas Descartes masih menyisakan warisan penting. Saat ini kita menyadari bahwa hubungan keduanya sangat erat. Praktisnya, kita sering melihat bahwa stres mental (pikiran) dapat memicu penyakit fisik (tubuh), atau sebaliknya, ketidakseimbangan kimiawi di tubuh dapat memengaruhi cara kerja pikiran kita.

Rereferensi : The Psychology Book: Big Ideas Simply Explained

Semoga Bermanfaat..
Jangan lupa meninggalkan komentar ya.

Lebih baru Lebih lama