Mungkin kamu sudah sering mengikuti berbagai tes psikologi untuk mengetahui bakat, minat karir, hingga seleksi kerja. Biasanya hasil tes ini akan dikelompokkan ke dalam tipe kepribadian tertentu. Tapi, apakh kamu tahu dari manasih asal mula ide pengelompokan karekter manusia ini?
Jauh sebelum kita mengenal metode assesment yang modern seperti saat ini, seorang filsuf dan dokter Romawi Claudius Galen (129–201 M) telah merumuskan konsep kepribadian berdasarkan teori "Cairan Tubuh" (Humorism).
Mari kita putar waktu ke masa Yunani dan Romawi Kuno untuk membedah asal-usul 4 tipe kepribadian paling legendaris di dunia!
Siapa Itu Claudius Galen?
- Dokter Para Kaisar dan Gladiator: Berkat pendidikan yang baik dari ayahnya yang kaya raya, Galen berkelana dan akhirnya menetap di Roma. Di sana, ia mengabdi sebagai dokter utama bagi kaisar-kaisar Romawi, termasuk Marcus Aurelius. Ia juga banyak belajar tentang penanganan trauma fisik saat merawat para gladiator profesional.
- Penulis dan Peneliti Dedikatif: Galen menulis lebih dari 500 buku tentang kedokteran. Ia percaya bahwa cara terbaik untuk belajar adalah dengan membedah hewan dan mempelajari anatomi. Meskipun banyak penemuannya tentang organ dalam yang akurat, ia juga melakukan beberapa kesalahan fatal karena berasumsi bahwa tubuh hewan (seperti kera dan babi) persis sama dengan tubuh manusia.
Teori Humorism: Saat Elemen Alam Mengalir di Tubuh Kita
Agar kia bisa memahami pengelompokan karakter Galen, kita harus memahami akar pemikirannya. Galen mengembangkan teorinya dari gagasan filsuf sebelumnya, Empedocles dan Hippocrates.
Konsepnya bermula dari keyakinan bahwa segala sesuatu di bumi terdiri dari empat elemen dasar: Tanah, Udara, Api, dan Air. Hippocrates kemudian mengaitkan keempat elemen ini dengan empat cairan utama (humors) di dalam tubuh manusia.
Dua ratus tahun kemudian, Galen menyempurnakan teori ini dengan menyatakan bahwa ada hubungan langsung antara tingkat cairan dalam tubuh seseorang dengan kecenderungan emosional dan perilakunya. Inilah yang melahirkan 4 tipe temperamen!
4 Tipe Temperamen Kepribadian Menurut Galen
Menurut Galen, jika salah satu cairan dalam tubuh diproduksi secara b
erlebihan, maka tipe kepribadian tertentu akan mendominasi. Berikut adalah penjelasannya:
1. Sanguinis (Sanguine)
Dipicu oleh kelebihan darah (sanguis dalam bahasa Latin). Orang dengan tipe Sanguinis memiliki sifat yang berhati hangat, ceria, optimis, dan penuh percaya diri. Namun, di sisi kelemahannya, mereka kadang bisa bersikap egois.
2. Plegmatis (Phlegmatic)
Dipicu oleh kelebihan lendir (phlegmatikós dalam bahasa Yunani). Seseorang yang didominasi tipe Plegmatis cenderung bergerak lambat, pendiam, rasional, dan konsisten. Mereka juga sering kali memiliki sifat pemalu.
3. Koleris (Choleric)
Dipicu oleh kelebihan empedu kuning (kholé). Tipe kepribadian ini sangat berapi-api, penuh energi, dan sangat bersemangat (passionate). Mereka adalah eksekutor yang cepat namun bisa meledak-ledak.
4. Melankolis (Melancholic)
Dipicu oleh kelebihan empedu hitam (melas kholé). Seseorang yang menderita kelebihan cairan ini dikenali dari kecenderungan puitis dan artistik mereka. Namun, tipe ini sering kali disertai dengan perasaan sedih, ketakutan, dan mudah depresi.
Bagaimana Galen "Menyembuhkan" Sifat Buruk?
Karena Galen percaya bahwa masalah temperamen disebabkan oleh ketidakseimbangan cairan tubuh, ia mengklaim bahwa sifat-sifat buruk ini bisa disembuhkan melalui diet dan olahraga.
Dalam kasus yang lebih ekstrem, jika seseorang bertindak terlalu egois (berarti ia overly sanguine atau kelebihan darah), pengobatannya adalah dengan memotong asupan daging, atau bahkan membuat sayatan kecil pada pembuluh darah untuk mengeluarkan darah tersebut (blood-letting)! Terdengar mengerikan untuk ukuran standar medis saat ini, bukan?
Warisan Galen untuk Dunia Psikologi Modern
Saat ini, teori kedokteran tentang cairan tubuh memang sudah lama ditinggalkan berkat penelitian modern. Namun, gagasan Galen bahwa pikiran dan tubuh fisik saling terhubung tetap menjadi pilar penting.
Bahkan, pada tahun 1947, psikolog Hans Eysenck menyimpulkan bahwa temperamen memang berbasis biologis, dan sifat-sifat kepribadian modern yang ia identifikasi (seperti Neuroticism dan Extraversion) sebenarnya hanyalah gaung dari temperamen kuno temuan Galen.
Hingga hari ini, model 4 kepribadian ini masih sering diadaptasi dan menjadi inspirasi awal bagi banyak instrumen tes psikologi yang digunakan dalam evaluasi kecocokan karir, dinamika tim di tempat kerja, hingga rekrutmen profesional.
Rereferensi : The Psychology Book: Big Ideas Simply Explained