Sebagai recruiter, karena waktu yang sangat terbatas dalam melakukan screaning Bagian skill sering kali menjadi informasi pertama yang yang akan saya lihat setelah pengalaman kerja dan pendidikan.
Sayangnya, masih banyak pencari kerja yang hanya menuliskan daftar kemampuan tanpa menyesuaikannya dengan posisi yang dilamar. bahkan tidak sediikti para pelamar yang bahkan keliru dalam menuliskan skill yang dimilikinya.
Padahal, cara menulis skill di CV dapat memengaruhi apakah recruiter akan melanjutkan membaca CV atau langsung berpindah ke kandidat lain.
Lalu, bagaimana cara menulis skill di CV yang benar?
Cara Menulis Skill di CV
Perlu kamu pahami bahwa Rata-rata HR hanya menghabiskan waktu sekitar 6 hingga 7 detik untuk melihat dan melakukan screening awal pada satu CV.
{getCard} $type={post} $title={Baca Juga!}
Untuk itu, agar CV kamu mudah untuk dibaca, pastikan kamu membuat CV menggunakan format ATS. Termasuk saaat kamu menuliskan Skill di CV kamu harus memperhatikan beberapa tips berikut ini;
1. Pilih Skill yang Relevan
Kalau kamu punya banyak skill, Jangan menuliskan semua kemampuan yang kamu miliki. Fokus pada skill yang memang dibutuhkan oleh posisi yang dilamar. untuk itu penting melakukan riset agar kamu tahu persis skill apa yang perlu tuliskan.
Misalnya jika melamar sebagai Admin:
- Microsoft Excel
- Google Sheets
- Data Entry
- Administrasi Dokumen
Jika melamar sebagai Digital Marketing:
- SEO
- Google Analytics
- Meta Ads
- Canva
Semakin relevan skill yang ditulis, semakin besar peluang CV kamu diperhatikan.
2. Pisahkan Hard Skill dan Soft Skill
Agar lebih rapi, kelompokkan skill menjadi dua bagian.
Hard Skill
- Microsoft Excel
- SQL
- Canva
- Power BI
- Adobe Photoshop
Soft Skill
- Komunikasi
- Problem Solving
- Kerja Sama Tim
- Manajemen Waktu
- Adaptasi
Format seperti ini lebih mudah dipindai recruiter.
3. Jangan Gunakan Progress Bar atau Persentase
Sebagai recruiter, saya masih sering ketemu dengan template CV yang menggunakan progress bar seperti:
❌ Microsoft Excel ████████ 90%
Sebagai recruiter jujur saja saya tidak mengetahui bagaimana angka itu ditentukan.
Akan jauh lebih baik jika kamu tuliskan nama skill secara jelas, lalu buktikan melalui pengalaman kerja, proyek, atau organisasi.
4. Sesuaikan dengan Lowongan
Sebelum mengirim CV, baca kembali deskripsi pekerjaan.
Jika perusahaan mencari kandidat yang menguasai:
- Pivot Table
- VLOOKUP/XLOOKUP
- Canva
- Public Speaking
Pastikan skill tersebut memang muncul di CV jika Anda benar-benar menguasainya.
{getCard} $type={post} $title={Baca Juga!}
Contoh Penulisan Skill di CV
Kurang Tepat
- Excel 90%
- Komunikasi 95%
- Leadership 85%
Lebih Disukai HR
Hard Skill
- Microsoft Excel (Pivot Table, XLOOKUP, IF Formula)
- Google Workspace
- Canva
Soft Skill
- Komunikasi
- Problem Solving
- Teamwork
Format ini lebih sederhana dan profesional.
Kesalahan yang Sering Dilakukan
Hindari beberapa kesalahan berikut.
- Menulis terlalu banyak skill.
- Menambahkan skill yang tidak relevan.
- Menggunakan progress bar atau persentase.
- Menyalin daftar skill dari internet.
- Mencantumkan skill yang sebenarnya belum dikuasai.
Tips Recruiter
Dari sudut pandang recruiter, bagian skill bukan tentang seberapa banyak kemampuan yang Anda tulis, tetapi seberapa relevan skill tersebut dengan pekerjaan yang dilamar.
Jika Anda menulis Microsoft Excel, recruiter akan lebih yakin apabila kemampuan tersebut juga terlihat pada pengalaman kerja, proyek, atau sertifikat yang Anda miliki.
Karena itu, jangan hanya mencantumkan daftar skill. Tunjukkan bahwa Anda pernah menggunakannya dalam situasi nyata.
{getCard} $type={post} $title={Baca Juga!}
FAQ
Berapa jumlah skill yang ideal di CV?
Sekitar 6–10 skill yang benar-benar relevan dengan posisi yang dilamar.
Apakah soft skill perlu ditulis?
Ya. Namun, pilih soft skill yang memang dapat Anda tunjukkan melalui pengalaman atau pencapaian.
Apakah progress bar boleh digunakan?
Boleh untuk kebutuhan desain atau portofolio kreatif. Namun, untuk sebagian besar posisi profesional, format daftar skill sederhana lebih disarankan karena lebih mudah dibaca recruiter dan ATS.
Kesimpulan
Cara menulis skill di CV tidak hanya tentang mencantumkan daftar kemampuan, tetapi juga memastikan setiap skill relevan dengan posisi yang dilamar. Gunakan format yang sederhana, kelompokkan hard skill dan soft skill, serta hindari penggunaan progress bar atau persentase yang tidak memiliki standar penilaian.
Dengan begitu, CV Anda akan lebih mudah dipahami oleh recruiter maupun sistem ATS.