Cara Menjawab Kelebihan dan Kekurangan Anda Saat Interview Kerja (+ Contoh Jawaban)
"Apa kelebihan dan kekurangan Anda?"
Kalau kamu pernah mengikuti proses interview kerja, kamu pasti tidak asing dengan pertanyaan tersebut yang biasanya ditanyakan oleh HR atau User Interview
Meskipun terlihat sederhana, tapi justru tidak sedikit kandidat yang akhirnya gagal karena memberikan jawaban yang tampak tidak natural saat menjelaskan kelebihan. ada juga yang justru malah membuat dirinya menjadi kandidat yan tidak unggul saat menjelaskan kekurangan.
Sebagai recruiter, tentu saya tidak mencari kandidat yang sempurna, pertanyaan ini saya gunakan untuk menilai bagaimana kandidat memahami dirinya sendiri, mengenali potensi dan menyadari apa yang sekiranya masih perlu untuk diperbaiki.
Artikel kali ini kita akan membahas bagaimana cara menjawab pertanyaan kelebihan dan kekurangan saat interview lengkap dengan contoh yang bisa kamu sesuaikan dengan posisi yang kamu lamar.
Mengapa HR Menanyakan Kelebihan dan Kekurangan?
Banyak kandidat mengira HR sedang mencari kelemahan untuk menggugurkan pelamar.
Padahal tujuan sebenarnya adalah untuk menilai:
- Kemampuan evaluasi diri.
- Tingkat kejujuran kandidat.
- Kesesuaian kandidat dengan posisi.
- Kemauan untuk berkembang.
- Cara kandidat mengatasi kekurangan yang dimiliki.
Dari jawaban yang diberikan, recruiter bisa melihat tingkat kedewasaan dan profesionalisme seorang kandidat.
{getCard} $type={post} $title={Baca Juga!}
Cara Menjawab Pertanyaan Kelebihan Saat Interview
Saat menjelaskan kelebihan, seringkali saya menemukan pelamar menjelaskan kemampuan yang kurang relevan dengan posisi yang dilamar. itu tentu tidaklah salah, hanya saja jika kamu ingin mendapat nilai lebih dari HR berikanlah jawaban yang fokus atau relevan.
Gunakan formula berikut:
Kelebihan → Contoh Nyata → Dampak
Contoh:
"Salah satu kelebihan saya adalah kemampuan belajar dengan cepat. Saat magang, saya harus mempelajari sistem administrasi perusahaan yang sebelumnya belum pernah saya gunakan. Dalam waktu kurang dari dua minggu saya sudah mampu mengoperasikan sistem tersebut secara mandiri dan membantu tim menyelesaikan pekerjaan lebih cepat."
Jawaban seperti ini jauh lebih kuat dibanding hanya mengatakan:
"Saya pekerja keras dan cepat belajar."
Kebanyakan pelamar justru tidak mecoba menjelaskan bagaiman contoh nyata dan dampak dari kelebihan yang mereka miliki sehingga jawaban tersebut terkesan kurang berarti
Contoh Jawaban Kelebihan Saat Interview
1. Cepat Belajar
"Saya termasuk pribadi yang cepat mempelajari hal baru. Ketika menghadapi sistem atau prosedur baru, saya biasanya dapat beradaptasi dengan cepat melalui observasi dan latihan."
2. Teliti
"Saya memiliki perhatian yang cukup tinggi terhadap detail. Karena itu saya terbiasa memeriksa kembali pekerjaan sebelum diserahkan untuk meminimalkan kesalahan."
3. Mampu Bekerja dalam Tim
"Saya senang bekerja sama dengan orang lain dan terbiasa berkolaborasi dalam organisasi maupun proyek kelompok."
4. Disiplin
"Saya terbiasa mengatur jadwal dan memastikan pekerjaan selesai sesuai deadline yang diberikan."
5. Komunikatif
"Saya mampu menyampaikan ide dan informasi dengan jelas sehingga memudahkan koordinasi dalam tim."
{getCard} $type={post} $title={Baca Juga!}
Cara Menjawab Pertanyaan Kekurangan Saat Interview
Pada bagian ini seringkali saya menemui kandidat yang gugup atau bahkan merasa tidak punya kelemahan sama sekali. Kelihatannya keren, kamu tidak punya kelemahan padahal itu bisa berarti kamu tidak mengenali dirimu dengan baik dimata HR.
Saat menjawab pertanyaan ini jangan pernah kamu berikan jawaban seperti ini
- Saya malas.
- Saya sering terlambat.
- Saya sulit bekerja sama.
- Saya tidak suka tekanan.
Jawaban itu justru memberikan rasa khawatir bagi HR untuk merekrut kamu, cara terbaik untuk menjawab pertanyaan ini adalah
- Sebutkan kekurangan yang masih dapat diperbaiki.
- Jelaskan langkah yang sedang dilakukan untuk mengatasinya.
Contoh Jawaban Kekurangan Saat Interview
1. Terlalu Fokus pada Detail
"Saya terkadang terlalu fokus pada detail pekerjaan. Namun saat ini saya mulai menggunakan daftar prioritas agar pekerjaan tetap selesai tepat waktu."
2. Sulit Mendelegasikan Tugas
"Saya terbiasa menyelesaikan banyak hal sendiri karena ingin memastikan kualitas pekerjaan tetap baik. Namun saya sedang belajar mempercayai anggota tim dan mendelegasikan tugas dengan lebih efektif."
3. Kurang Percaya Diri Saat Presentasi
"Saya dulu cukup gugup saat berbicara di depan banyak orang. Untuk mengatasinya, saya mulai aktif mengikuti presentasi dan kegiatan organisasi yang melatih kemampuan public speaking."
4. Terlalu Perfeksionis
"Saya memiliki standar yang cukup tinggi terhadap hasil pekerjaan. Namun saya terus belajar menyeimbangkan kualitas dan efisiensi agar pekerjaan tidak memakan waktu terlalu lama."
{getCard} $type={post} $title={Baca Juga!}
Contoh Jawaban untuk Fresh Graduate
Kalau belum memiliki pengalaman kerja, gunakan pengalaman organisasi, magang, atau proyek kampus.
Contoh:
"Kelebihan saya adalah kemampuan belajar yang cepat dan mudah beradaptasi. Selama kuliah saya aktif dalam organisasi sehingga terbiasa bekerja dalam tim dan menghadapi berbagai situasi baru."
"Kekurangan saya adalah pengalaman profesional yang masih terbatas. Karena itu saya aktif mengikuti pelatihan dan sertifikasi untuk meningkatkan kompetensi yang saya miliki."
Kesalahan yang Sering Dilakukan Kandidat
Sebagai rekruiter seringkali saya menemukan pola jawaban yang justru membuat para kandidat menjadi mampu memberikan kesan positif ketika diberikan pertanyaan tentang kelebihan atau kelemahan dalam proses interview kerja.
Berikut saya rangkum beberapa kesalahan yang paling sering saya temui selama proses interview, semoga ini bisa jadi pelajaran untuk tidak kamu ulangi.
1. Menjawab Terlalu Umum Tanpa Contoh Nyata
Kesalahan pertama adalah memberikan jawaban yang terlalu umum dan bisa diucapkan oleh siapa saja.
Contoh:
"Saya pekerja keras."
"Saya cepat belajar."
"Saya disiplin."
ini adalah jawaban paling umum yang selalu saya dapatkan, tapi ketika diminta untuk menjelaskan lebih lanjut kenapa mereka mengklaim sebagai pekerja keras, cepat belajar atau lainnya, mereka tidak mampu memberikan bukti konkrit yang dapat memvalidasi klaim mereka.
Sehingga tanpa contoh nyata ini, jawaban itu menjadi terasa meragukan dan seolah dibuat-buat saja.
Bandingkan dengan jawaban berikut:
"Salah satu kelebihan saya adalah kemampuan belajar dengan cepat. Saat magang, saya harus mempelajari sistem administrasi baru yang sebelumnya belum pernah saya gunakan. Dalam waktu dua minggu saya sudah dapat mengoperasikannya secara mandiri dan membantu tim menyelesaikan pekerjaan lebih cepat."
Jawaban kedua jauh lebih meyakinkan karena didukung pengalaman nyata.
2. Memberikan Kekurangan yang Fatal
Meski tidak banyak, tapi masih saja ada pelamar yang justru begitu polos menyampaikan kekurangan mereka yang terbilang fatal, contohnya saja:
"Saya sulit bangun pagi"
"Saya malas jika pekerjaan terlalu banyak."
"Saya sulit bekerja dalam tim."
"Saya mudah bosan."
Menjawab dengan apa adanya bukanlah hal yang salah, hanya saja itu tentunya menimbulkan kehawatiran bagi HR bahwa kamu tidak akan bisa perform
bukan berarti kamu harus berbohong, tapi cobalah berikan jawaban yang menunjukkan kekurangan namun masih bisa untuk di perbaiki
Contoh yang lebih baik:
"Saya terkadang terlalu fokus pada detail pekerjaan. Karena itu saya mulai menggunakan daftar prioritas agar pekerjaan tetap selesai tepat waktu."
Jawaban ini menunjukkan kesadaran diri sekaligus usaha untuk berkembang.
3. Menyebut Terlalu Banyak Kekurangan
Ada kandidat yang merasa harus menjelaskan seluruh kekurangan yang dimilikinya.
Contohnya:
"Saya kurang percaya diri, kurang teliti, sulit presentasi, tidak terlalu suka berbicara dengan orang baru, dan kadang sulit mengatur waktu."
Sebagai recruiter, jawaban seperti ini justru membuat saya lebih fokus pada kelemahan kandidat daripada kelebihannya.
Idealnya cukup sebutkan satu kekurangan yang masih relevan dan jelaskan bagaimana kamu sedang memperbaikinya.
Tujuan pertanyaan ini bukan untuk membuat daftar kelemahan, tetapi untuk melihat bagaimana kamu mengelola kekurangan tersebut.
{getCard} $type={post} $title={Baca Juga!}
4. Menghafal Jawaban dari Internet
Ini adalah kesalahan yang sangat sering saya temui.
Banyak kandidat menggunakan jawaban yang sama persis seperti yang ditemukan di artikel atau video YouTube.
Contohnya:
"Kekurangan saya adalah perfeksionis."
Masalahnya, jawaban ini sudah terlalu sering digunakan sehingga terdengar tidak natural.
Recruiter yang berpengalaman biasanya dapat mengenali ketika kandidat hanya menghafal jawaban tanpa benar-benar memahami maknanya.
Alih-alih menghafal, pahami inti jawaban yang ingin disampaikan lalu sesuaikan dengan pengalaman pribadimu.
Jawaban yang sederhana tetapi jujur biasanya lebih meyakinkan dibanding jawaban yang terdengar sempurna namun tidak autentik.
5. Mengubah Kelebihan Menjadi Kekurangan
Beberapa kandidat mencoba terlihat pintar dengan menjawab:
"Kekurangan saya adalah terlalu rajin."
"Kekurangan saya adalah terlalu bertanggung jawab."
"Kekurangan saya adalah terlalu mencintai pekerjaan."
Meskipun niatnya baik, jawaban seperti ini sering dianggap tidak tulus karena sebenarnya bukan kekurangan.
Recruiter biasanya lebih menghargai kandidat yang mampu mengakui area yang masih perlu diperbaiki dibanding kandidat yang berusaha terlihat sempurna.
6. Tidak Menyesuaikan Jawaban dengan Posisi yang Dilamar
Kelebihan yang kamu sampaikan sebaiknya relevan dengan pekerjaan yang dilamar.
Sebagai contoh, kalau kamu melamar posisi Admin, maka kelebihan seperti:
- Teliti
- Terorganisir
- Mampu mengelola dokumen
- Menguasai Microsoft Excel
akan lebih relevan dibanding:
- Kreatif membuat desain
- Public speaking
Sebaliknya, jika kamu melamar posisi Sales atau Marketing, kemampuan komunikasi dan negosiasi akan lebih menarik bagi recruiter.
FAQ
Apakah jawaban kelebihan harus sesuai dengan posisi yang dilamar?
Ya. Pilih kelebihan yang relevan dengan pekerjaan yang kamu inginkan.
Apakah boleh mengatakan saya perfeksionis?
Boleh, tetapi jelaskan bagaimana kamu mengelolanya agar tidak menghambat pekerjaan.
Berapa banyak kelebihan dan kekurangan yang harus disebutkan?
Satu atau dua poin sudah cukup.
Apakah jawaban harus dihafal?
Tidak. Pahami inti jawabannya dan sampaikan secara natural.
Kesimpulan
Pertanyaan mengenai kelebihan dan kekurangan bukanlah jebakan. Recruiter ingin melihat bagaimana Kamu mengenali diri sendiri dan mengembangkan kemampuan yang dimiliki.
Fokuslah pada kelebihan yang relevan dengan pekerjaan serta kekurangan yang masih dapat diperbaiki. Dengan jawaban yang jujur, terstruktur, dan disertai contoh nyata, Kamu akan memberikan kesan yang lebih profesional selama interview.